Senin, 13 Oktober 2014

Nonton Bareng Jurnal

#Part 1


Cerita itu menghantarkan ku  pada kesengan yang memincak, aku menemukan cerita yang sangat menginpirasi. Perlahan buku itu berlabuh pada setiap
anak jurnal B yang ingin membacanya. Inilah buku yang sarat motivasi yaitu 99 cahaya di langit Eropa. Aku sangat menginginkan pergi ke Istambul tepat saja di depan mata My ada novel yang mengisahkan Eropa yang didalamnya ada kisah mesuem Topkapi, betapa bersemangatnya aku ketika novel tersebut ada d tanganku . Cerita berlanjut ke acara nonton bareng bersama anak-anak jurnalistik B. Sayangnya yang join hanyalah Uti, Teteh, Nisa, Elsa, Maen, Paisal dan Intan  tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan harapan semuanya join. Tapi kagak apalah walaupunn sedikit kami tetap melanjtkan perjalanan. Tak samapai disini cerita yang paling menghebohkan adalah salah satu temen sangat bergembira ria saat film berlangsung, saking ia bahagianya ku jadi bingung ingin sedih namun, terhalang dengan kehebohan tetangga sebelah (al-Harmain). Tapi jangan kapok ya brother laen kali kite nonton bateng lagi ya dengan teteh dkk;);) SEMANGAT!!!!!
9 Desember 2013 pukul (14:00 WIB)





Pengalaman Pertama Menulis Berita

          PALEMBANG | BC. Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di kota Palembang hari ini melakukan kegiatan TM untuk seleksi Youth Tribun Sumsel. Acara ini dimulai pada pukul 15:00 WIB di Kantor Tribun Sumsel. Tujuan di adakannya pertemuaan hari adalah untuk mengumumkan hal-hal yang diperlukan pada saat calon youth tribun mengikuti seleksi.
       Seleksi jurnalis muda tribun akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2013 di Kantor Tribun Sumsel Jln. Alamsyah Ratu Prawira Negara No.120 Kel. Bukit Lama Ilir Barat Palembang dimulai pada pukul 9:00 WIB sampai dengan selesai ujar Ani selaku Youth Tribun.
Menurut Vinta, dalam seleksi nanti akan ada tiga tahap yang harus dilalui calon Youth Tribun, yang pertama yaitu test tertulis yang mana pada tahap pertama ini akan ada soal test potensi akademik, pengetahuan umum dan yeng berkenaan dengan Kejurnalistikan. Selain itu juga pada tahap ke dua calon jurnalis muda diharapkan mebuat artikel dari hasil wawancara tentang kegiatan remaja ataupun mahasiswa saat ini dan tahap yang ketiga adalah mengumpulkan hasil dari citizen journalism yang sedemikian menarik . Atas ketiga seleksi tersebut jika memenuhi persyaratan maka calon jurnalis muda akan bergabung bersama kami.

Relawan Orange

Berbagi dengan orang disana
Bercerita dengan rasa suka cita
Menjajaki kaki di Kemampo yang Indah
Kau ajakku bersahabat dengan rembulan
Gemercik air mata terbawa angin bahagiaku
Aku diperkenalkan dengan sekumpulan awan orange
Disahabatkan dengan putih senyum
Di rangkulkan dengan tangan para punggawa  sejati
Belajar berbagi menjadi manusia yang hakiki
Bersahabat dengan hati yang paling sejati
Menggabung, menjadi yang satu
Dari awal sampai berakhirnya sang waktu
Engkaulah sahabat orangeku


Foto bersama Peserta Diksar Relawan Rumah Zakat 2013 di Bumi Perkemahan Kemampo, Banyuasin

Sahabat, masihkah kau disana?


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya apa kabar Pembina?, maaf sekali aku telah lancang melayangkan surat ini kepada Engkau. Bukan maksudku untuk mengusik lelapnya Engkau tertidur, ataupun tenangnya Engkau bersanatai. Aku cuma ingin bercerita bagaimana semua kebahagianku dengan hadirnya sahabat-sahabat disekitarku. Negara boleh tegang tapi aku sangat bangga dengan rasa cinta antara aku dan sahabatku. Aku sadar, aku bukan orang yang pintar, bukan pula yang selalu benar. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri. Apa sih yang telah kuberikan untuk sahabtaku? Skill apa yang bisa ku bagikan untuk mereka? Bahasa apa yang bisa ku ajarkan untuk mereka. Uang??? Sungguh tidak. Kurasa akulah yang selalu menjadi beban mereka. Jujur kala langkahku terdiam, hal yang ku pikirkan adalah kapan aku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka.
Pembina yang Terhormat, Kekasih Allah yang memiliki sejuta sahabat. Maaf sekali air mata ku  sekarang berjatuhan. Aku bukannya sok melankolis tapi aku hanya ingin berbagi cerita yang sangat manis. Waktu telah mengenalkan aku dengan mereka. Aku tahu Engkaulah yang mempertemukanku dengan mereka. Jika ku hitung mungkin aku adalah orang yang super minus untuk jadi sepenggal cerita mereka. Tapi aku tahu mengapa Engkau menyatukan aku dengan sedikit kehidupan mereka.

Wahai, Pembina Sahabat yang sangat Bermartabat.  Sunguh aku ucapkan terimah kasih kepada Engaku. Dengan meraka aku belajar untuk dewasa, belajar untuk tak pernah marah. Aku tahu, sungguh aku bisa melihat gerak mereka yang marah pada ku. Matanya, suaranya, bahkan langkah kakinya bisa tergambar bahwa mereka sedang marah padaku. Atas keegoisanku. Tapi sangat hebatnya mereka tak pernag menunjukkan itu. Aku selalu membuat mereka kesal, membuat mereka jenuh karena semua keegoisanku, selalu ingin menang, selalu ingin benar, selalu ingin didengar. Tapi, tenang Pembina aku sekarang belajar untuk menjadi orang yang bermanfaat dan berusaha untuk mempertahankan harapan dikala ia mulai rapuh serat tersenyum dengan semnagat yang kuat.
Pembina Sahabat yang sangat Hebat, berjuta terimakasih sungguh aku ucapkan untuk Engkau karena telah menddengarkan ceritaku hari ini. semoga suaat saat nanti Pembina menjadi orang yang pertama akan kami ceritakan atas kesuksesan kami karena Engkau selalu mendengarkan curhatanku. Semoga semangat aku, kami dan mereka tetap kokoh.
  
Dari anggotamu (me) yang selalu Rindu kapada Pembina Sahabat “Kekasih Alllah”
Kemanapun dia melangkah, sekarang sampai kapanpun kau tetap ku panggil sahabat.


Rabu, 13 Februari 2013

Gombalan Palsu dari Kamu


        Begitulah ku lihat wajahnya untuk kali pertamanya. Ia langsung menusuk kalbu hati cinta yang paling dalam. Bak lautan ia telah menyelami di bagian dasar laut. Aku baru mengenalnya namun ia telah menebarkan kesan cinta yang begitu berwarna. Kulihat raut wajah nya yang begitu tidak tampan namun, sangat memberikan cahaya cinta di setip orang yang memandangnya. Sapaan yang hangat saat pertama kali berjumpa sangatlah membuat hati saya sangat membuka mata. Saya tau kami baru saja memasukki perkuliahan bahkan barusaja menjalani orientasi perkuliahan. Sangat tidak mungkin saya langsung jatuh cinta pada sosok belum begitu saya ketahui siftanya.
  Saya mendapati sosok Arif saat kami menjalani ospek di suatu universitas islam yang ada di kota Palembang. Sosok Arif yang sangat komunikatif dan juga lucu menjadikan seorang Arif dikenali seluruh anggota kelompok ospek. Lantas saja ia sering di panggil teman-temanya dengan sebutan racun pasukkan. Kalau ditanya apa itu racun pasukkan pasti semua tahu. Arif sangat begitu lincah dan juga lucu, apa saja yang ia ucapkan selalu saja membuat anggota kelompoknya tertawa, termasuk juga saya. Sangat disesalkan saat kutemui  Arif tidak mengerjakan sholat jum’at pada 3 Agustus saat 2 kalinya pertemuan kami. 

Jumat, 04 Januari 2013

Cerpen Zahrah

Demang Lebar Daun, 5 Januari 2013
Senyum indahnya membawa diruku terhanyut dalam heningan nestapa cinta dunia, matanya yang bercahaya menawarkan kecantikkan yang menawan hati setiap insanya. Gerakan tubuhnya yang membawa angin kesjukan. Ialah dunia wanita sendu senja yang beranama Zahrah, seorang remaja islam dari keluarga sederhana yang selalau berbagi dengan sesama. Sapaan hangatnya membuat seorang remaja yang sedang berdiam diri ditaman mebuat langkah kakinya kea rah belakang.
 “ada apa Zah?” Tanya Kirna dengan nada hearannya.
“nggak apa-apa Kir,,kamu kok sendirian, emang lagi nungguain apa?” dengan langkah menuju ke arah Kirna yang lagi termenung.
Zahrah dengan lamunannya menandakan bahwa ia tidak mengenali seorang wanita yang menyapanya. Dia mencoba untuk mengingat siapa yang ada di hadapannya. Namun, seolah mengenal Kirna, Zahrah mencoba mengajak Kirna mengobrol di taman dekat dengan asrama Aisyah yang mereka tempati.

Jumat, 16 November 2012

Puisi Gubuk Pelangi Surga

Ketika senyum dunia menyapa  indah
Mengahanyutkan tubuh  dalam heningan  nestapa dunia
Senandung indah terdengar menyejukkan jiwa
Terbawa angin membawa ajakan
Lima lagu merdu menggerakkan badan
Untuk bergerak menjadi yang terdepan
Menjadi yang selalu tentram
Tanpa resah dan kegalauan
Semua saraf ikut manari bersama –Nya
Menngucap lafazh   di setiap detag jantung
Ya Rahiim,,,
Sungguh  Engkau penyejuk jiwa
Memberi kasih sayang, menaburkan ketentraman,
Pelangi surgamu selalu engkau bentangkan
Namun kami hanya lengah,,,,
Hanya melihat tanpa menghadirinya
Hanya mendengar tanpa menyahutnya
 

JEJAK DALAM KERTAS Template by Ipietoon Cute Blog Design