- Mempunyai nama yang diambil dari bulan kelahiranku Mei dan nama dokter yang lahirkanku Ani #Mellyani
- Merasakan hidup di perantauan selama 8 Tahun. Hanya untuk mengenyam pendidikan dan melepaskan diri dari hal yang telah menjadi biasa.
- Sangat menyukai pelajaran matematika dan Kimia waktu SMA. Suka berdebat dengan guru Fisika jika jawaban guru berbeda.
- Mempunyai cita-cita yang besar, Kuliah di Negara dua Benua yang pernah di takhlukan Al-Fatih Sultan Mehmet.
- Paling suka memberikan kado kepada siapa saja yang menurutnya peduli padaku.
- Suka sekali menulis puisi. Dan inginnsekali menerbitkan buku Puisi.
- Di hari kelahiran selalu medapatkan kado dari sahabat dan keluarga. Jam, baju, sapatu, handuk, kotak pensil, jilbab, mainan sampai dengan boneka. Kerenkan? heheh
- Bergolongan darah B, membuat diriku selalu saja menjadi orang yang hanya focus pada satu.
- Sangat menyukai hal-hal yang berkenaan dengan “TURKI”. Pengkoleksi gambar-gambar, dan barang-barang Turki. Dan sangat ingin sekali mendengarkan hafidz Qur’an di Mesuem Topkapi dan Sholat di Masjid Biru serta berjalan di atas Jembatan Bosphorus. Amiin. Semoga terkabulJ
- Sangat ingin sekali menjadi “Bisnis Women”. Membangun butik muslimah dengan mall yang bergandengan dengan Masjid yang megah.
- Sangat suka makan model, mie ayam, gandus dan pindang. Apalagi jika buatan ibuk, mantapnya bukan main.hehhe
- Pernah mendapat predikat Relwan terbaik Rumah Zakat Palembang tahun 2013.
- Masuk jurusan jurnalistik karena sempat berkeinginan menjadi announcer di Timur Tengah. Terlalu besar, tapi “Hidup kita adalah apa yang kita pikirkan”.
- Dari kecil samapi sekrang sangat menyukai masak. Sehingga dirumah sering menjadi koki keluarga.
- My idola itu Ustadz Yusuf Mansyur. Saking mengaguminya pernah menyatakan suka saat dihadapan beliau di tengah orang ramai.tanpa disadari ini adalah hal yang memalukan.
- Berkeinginan untuk belajar menjadi seorang tahfidz. Semoga suatu saat nanti bisa tercapai. AMIIN
- Sering membaca surah al-Waqiah. Biar rezekinya ngalir terus. ALHAMDULILLAH bener terkabul.
- Pengen punya Imam Hidup yang lulusan Gontor dan orangnya berkacamata. Kacamata itu identic dengan pintar.
- Ingin sekali S2 di Istanbul Univa atau Ankara Univ bareng adek bungsu ataupun dengan Suami. Amiin
- Yang terakhir kata doa dan inspirasi untuk diri sendiri “ Aku ingin hidupku punya racikan manis dengan Rasa Bahagia”. Amiin
Senin, 13 Oktober 2014
#20 Fact About Me
Label:
Tentangku
As History as Sugar
#Cerita
Dibalik Nama
Senja mulai menghilang kini telah menyambut malam. Lelah berjalan sepasang
suami istri yang merasakan ada yang berbeda pada hari itu. Entahlah, apa yang
sedang pikirkan dari sepasang suami istri ini. Sontak saja mereka bedua merasa
ada yang aneh. Bantin seorang suami akan selalu hadir dengan pikiran yang penuh
dengan bayanangan sosok istri yang sangat dicintainya. Begitulah cinta, dia
akan selalu merangkul dua raga yang berbeda. Dialah Sosok inspiratif yang
selalu menyemangatiku. Waktu mulai merangkulku untuk terlahir di tanah
Indonesia Bumi yan tercinta.
13 Mei 1994 silam merukapan hari pertamaku terlahir di
dunia. Dengan rasa penuh suka cita aku terlahir sabagai sosok anak dari tanah
Palembang. Sebuah kota yang terkenal dengan kisah pangeran Darussalam dan
sejarahnya yang sangan entrik. Berkisah dari sebuah waktu, aku terlahir
pada pukul 1 malam di hari Jumat.
Secercah hidup menghiasi perjalanan, membuat sebuah
kisah menjadi suatu pengalaman. Sebuah nama akan selalu menghadirkan kisah
hidup yang indah bagi sang pemiliknya Mellyani Lestari adalah sebuah nama yang
diberikan oleh Guru besar dalam hidupku.Dialah kedua orang tuaku yang sangat ku
sayangi. Ingat sekali mengapa kedua orang tuaku memberika nama tesebut.
Label:
Tentangku
Nonton Bareng Jurnal
#Part 1

Cerita
itu menghantarkan ku pada kesengan yang memincak, aku menemukan cerita
yang sangat menginpirasi. Perlahan buku itu berlabuh pada setiap
anak
jurnal B yang ingin membacanya. Inilah buku yang sarat motivasi yaitu 99 cahaya
di langit Eropa. Aku sangat menginginkan pergi ke Istambul tepat saja di depan
mata My ada novel yang mengisahkan Eropa yang didalamnya ada kisah mesuem
Topkapi, betapa bersemangatnya aku ketika novel tersebut ada d tanganku .
Cerita berlanjut ke acara nonton bareng bersama anak-anak jurnalistik B.
Sayangnya yang join hanyalah Uti, Teteh, Nisa, Elsa, Maen, Paisal dan Intan
tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan harapan semuanya join. Tapi
kagak apalah walaupunn sedikit kami tetap melanjtkan perjalanan. Tak samapai
disini cerita yang paling menghebohkan adalah salah satu temen sangat bergembira
ria saat film berlangsung, saking ia bahagianya ku jadi bingung ingin sedih
namun, terhalang dengan kehebohan tetangga sebelah (al-Harmain). Tapi jangan
kapok ya brother laen kali kite nonton bateng lagi ya dengan teteh dkk;);)
SEMANGAT!!!!!
9
Desember 2013 pukul (14:00 WIB)
Label:
Tentangku
Pengalaman Pertama Menulis Berita
PALEMBANG | BC. Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas
di kota Palembang hari ini melakukan kegiatan TM untuk seleksi Youth Tribun
Sumsel. Acara ini dimulai pada pukul 15:00 WIB di Kantor Tribun Sumsel. Tujuan
di adakannya pertemuaan hari adalah untuk mengumumkan hal-hal yang diperlukan
pada saat calon youth tribun mengikuti seleksi.
Seleksi jurnalis muda tribun akan dilaksanakan pada tanggal
22 Desember 2013 di Kantor Tribun Sumsel Jln. Alamsyah Ratu Prawira Negara
No.120 Kel. Bukit Lama Ilir Barat Palembang dimulai pada pukul 9:00 WIB sampai
dengan selesai ujar Ani selaku Youth Tribun.
Menurut
Vinta, dalam seleksi nanti akan ada tiga tahap yang harus dilalui calon Youth
Tribun, yang pertama yaitu test tertulis yang mana pada tahap pertama ini akan
ada soal test potensi akademik, pengetahuan umum dan yeng berkenaan dengan
Kejurnalistikan. Selain itu juga pada tahap ke dua calon jurnalis muda
diharapkan mebuat artikel dari hasil wawancara tentang kegiatan remaja ataupun
mahasiswa saat ini dan tahap yang ketiga adalah mengumpulkan hasil dari citizen
journalism yang sedemikian menarik . Atas ketiga seleksi tersebut jika memenuhi
persyaratan maka calon jurnalis muda akan bergabung bersama kami.
Label:
Tugas
Relawan Orange
Berbagi dengan orang disana
Bercerita dengan rasa suka cita
Menjajaki kaki di Kemampo yang
Indah
Kau ajakku bersahabat dengan
rembulan
Gemercik air mata terbawa angin
bahagiaku
Aku diperkenalkan dengan
sekumpulan awan orange
Disahabatkan dengan putih senyum
Di rangkulkan dengan tangan para
punggawa sejati
Belajar berbagi menjadi manusia
yang hakiki
Bersahabat dengan hati yang
paling sejati
Menggabung, menjadi yang satu
Dari awal sampai berakhirnya
sang waktu
Engkaulah sahabat orangeku
| Foto bersama Peserta Diksar Relawan Rumah Zakat 2013 di Bumi Perkemahan Kemampo, Banyuasin |
Label:
Tentangku
Sahabat, masihkah kau disana?
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.
Sebelumnya
apa kabar Pembina?, maaf sekali aku telah lancang melayangkan surat ini kepada
Engkau. Bukan maksudku untuk mengusik lelapnya Engkau tertidur, ataupun
tenangnya Engkau bersanatai. Aku cuma ingin bercerita bagaimana semua
kebahagianku dengan hadirnya sahabat-sahabat disekitarku. Negara boleh tegang
tapi aku sangat bangga dengan rasa cinta antara aku dan sahabatku. Aku sadar,
aku bukan orang yang pintar, bukan pula yang selalu benar. Kadang aku bertanya
pada diriku sendiri. Apa sih yang telah kuberikan untuk sahabtaku? Skill apa
yang bisa ku bagikan untuk mereka? Bahasa apa yang bisa ku ajarkan untuk
mereka. Uang??? Sungguh tidak. Kurasa akulah yang selalu menjadi beban mereka.
Jujur kala langkahku terdiam, hal yang ku pikirkan adalah kapan aku bisa
menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka.
Pembina
yang Terhormat, Kekasih Allah yang memiliki sejuta sahabat. Maaf sekali air
mata ku sekarang berjatuhan. Aku bukannya sok melankolis tapi aku hanya
ingin berbagi cerita yang sangat manis. Waktu telah mengenalkan aku dengan
mereka. Aku tahu Engkaulah yang mempertemukanku dengan mereka. Jika ku hitung
mungkin aku adalah orang yang super minus untuk jadi sepenggal cerita mereka.
Tapi aku tahu mengapa Engkau menyatukan aku dengan sedikit kehidupan mereka.
Wahai,
Pembina Sahabat yang sangat Bermartabat. Sunguh aku ucapkan terimah kasih
kepada Engaku. Dengan meraka aku belajar untuk dewasa, belajar untuk tak pernah
marah. Aku tahu, sungguh aku bisa melihat gerak mereka yang marah pada ku.
Matanya, suaranya, bahkan langkah kakinya bisa tergambar bahwa mereka sedang
marah padaku. Atas keegoisanku. Tapi sangat hebatnya mereka tak pernag
menunjukkan itu. Aku selalu membuat mereka kesal, membuat mereka jenuh karena
semua keegoisanku, selalu ingin menang, selalu ingin benar, selalu ingin
didengar. Tapi, tenang Pembina aku sekarang belajar untuk menjadi orang yang bermanfaat
dan berusaha untuk mempertahankan harapan dikala ia mulai rapuh serat tersenyum
dengan semnagat yang kuat.
Pembina
Sahabat yang sangat Hebat, berjuta terimakasih sungguh aku ucapkan untuk Engkau
karena telah menddengarkan ceritaku hari ini. semoga suaat saat nanti Pembina
menjadi orang yang pertama akan kami ceritakan atas kesuksesan kami karena
Engkau selalu mendengarkan curhatanku. Semoga semangat aku, kami dan mereka
tetap kokoh.
Dari
anggotamu (me) yang selalu Rindu kapada Pembina Sahabat “Kekasih Alllah”
![]() |
| Kemanapun dia melangkah, sekarang sampai kapanpun kau tetap ku panggil sahabat. |
Label:
Tentangku
Rabu, 13 Februari 2013
Gombalan Palsu dari Kamu
Begitulah ku
lihat wajahnya untuk kali pertamanya. Ia langsung menusuk kalbu hati cinta yang
paling dalam. Bak lautan ia telah menyelami di bagian dasar laut. Aku baru
mengenalnya namun ia telah menebarkan kesan cinta yang begitu berwarna. Kulihat
raut wajah nya yang begitu tidak tampan namun, sangat memberikan cahaya cinta
di setip orang yang memandangnya. Sapaan yang hangat saat pertama kali berjumpa
sangatlah membuat hati saya sangat membuka mata. Saya tau kami baru saja
memasukki perkuliahan bahkan barusaja menjalani orientasi perkuliahan. Sangat
tidak mungkin saya langsung jatuh cinta pada sosok belum begitu saya ketahui
siftanya.
Saya mendapati sosok Arif saat kami menjalani ospek di suatu universitas islam
yang ada di kota Palembang. Sosok Arif yang sangat komunikatif dan juga lucu
menjadikan seorang Arif dikenali seluruh anggota kelompok ospek. Lantas saja ia
sering di panggil teman-temanya dengan sebutan racun pasukkan. Kalau ditanya
apa itu racun pasukkan pasti semua tahu. Arif sangat begitu lincah dan juga
lucu, apa saja yang ia ucapkan selalu saja membuat anggota kelompoknya tertawa,
termasuk juga saya. Sangat disesalkan saat kutemui Arif tidak mengerjakan
sholat jum’at pada 3 Agustus saat 2 kalinya pertemuan kami.
Label:
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)
